♥rkavkavianty♥

assalamu alaikum

Selasa, 02 Agustus 2016

Pesan Dari Mimpi

Aku terbangun saat alarm ponsel ku memekakan telinga ku..Oh Tuhan..aku tertidur semalam, tubuhku yang terkulai sedari malam di ruang tengah mulai terasa kaku karena kedinginan dan sisa pegal karena insiden hari minggu di jalan raya itu. Badan terasa lemas..kaku dan masih terasa perih luka ini..
Sekejap setelah terbangun..teringat kisah dari bunga tidurku. Hanya bunga tidur.. tapi tak dapat ku ingkari, bunga tidur semalam amat berkesan hingga masih dapat ku ingat bagaimana bahagianya bertemu kamu. Meski hanya dalam kisah gelap tidur malamku.
Aku mencoba kembali ke waktu itu. Ke masa dimana kita bertemu, memasuki lorong waktu untuk memulai sebuah kisah yang tak pernah jemu untuk diceritakan.
Aku terdiam disana, di waktu senja yang hampir habis, di sebuah sofa kuning dan oranye bermotif bunga warna keemasan dengan segelas kopi susu dingin diatas meja kaca dan buliran embun di sisi-sisi gelasnya. Menunggu hadirnya yang tak kunjung tiba, padahal dia berjanji akan datang sebelum senja tiba. Aku hampir hendak mengganti pakaianku lagi, lalu ia datang dengan sweater biru donker dan jeans hitam dengan senyumnya menyapaku.
"Maaf...tadi macet sekali, ponselku mati."
"Gak apa-apa."
Lalu dia meminta izin untuk langsung mengajakku pergi keluar pada orang tuaku.
"Kabari yah..jangan terlalu malam pulangnya.." kata orang tuaku padanya.
"Iyah bu..assalamualaikum.." lalu motornya mulai membawaku dibawah langit senja yang hampir ucapkan kata selamat tinggal karena berganti dengan malam yang akan temani waktuku dengannya. Setiap waktu bersama kamu..terasa indah..dengan atau tanpa bulan dan  bintang..dengan hujan ataupun angin yang mendekap malam tanpa suara. Kami bersyukur hari itu kami dapat menghabiskan waktu bersama kembali saat berbulan-bulan kami tak dapat bertemu langsung satu sama lain karena jarak jauh yang memisahkan kami. Dia harus bekerja di luar kota, sedang aku menimba ilmu di kota kelahiranku, tapi dalam mimpi itu aku berjanji setelah sukses aku akan menyusulnya untuk berkarir bersama di kota itu bersama dia, dan itupun yang ia minta, untuk berkarir bersama setelah itu berjanji akan mempersuntingku. Kita dua orang yang tak pernah berhenti dimabuk asmara. Meski jarak itu selalu membuat gundah saat tangannya tak dapat merengkuh tanganku, saat bibirnya tak dapat mendarat langsung di keningku. Malam itu kami berkeliling kota untuk sekedar mencari kulineran baru. Malam itu kami bagaikan Romeo dan Juliet yang egois pada makhluk lainnya, seperti dunia hanya ada kita. Hujan akhirnya turun membasahi kami, kami berteduh di sebuah stasiun, coffee cappucino seperti tak cukup menghangatkan aku, lingkaran lengan akhirnya mendarat di pinggang ku. Tapi waktu semakin larut hingga akhirnya kami harus berpisah lagi dan ia harus kembali meninggalkanku...Tubuh hangatnya seperti mentransfer rasa nyaman saat memelukku untuk ucapkan kata pisah. Meski hanya sebentar saja pelukan itu masih dapat terasa.. Disana ada beberapa patah kata sebelum pelukan itu terlepas dari tubuh ini.. "Suatu saat waktu akan membawa kamu pada seseorang yg ingin mengenali kamu lebih jauh. Tapi jangan terlalu jauh dan bergantung pada seseorang, karena bahkan orang yg setiap waktu berbatas satu jengkal dengan kita pun tak akan dapat kita selami hatinya seberapa jauh rasa cinta nya pada kita.."
I will always remember that words. Even just by the dream.. I believe It's not only a dream. Its the way you did to say something for me that you miss me and want me happily after ever.. ☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

coment here