♥rkavkavianty♥

assalamu alaikum

Senin, 25 Mei 2015

The Choice

Pernyataanku tentang ijazah palsu itu sepertinya malam ini menarik banyak pembahasan lain. Yaps, malam tadi aku berbincang bincang dengan om dan tanteku. Awalnya kami hanya berbincang-bincang seperti biasa, lalu beralih ke pembicarakan tentang ijazah palu yang awalnya itu muncul dari pernyataanku bahwa pembuatan ijazah palsu masih ada di negara kita ini. Bahkan aku dengar ijazah palsu pernah dibuat untuk lulusan sarjana ekonomi yang sekarang orangnya bekerja di departemen agama. Hmm gimana hukum mau tegak ya, kalo dari awalnya saja sarjana ekonominya ternyata ijazahnya ditebus dengan cara yg tidak baik.

Jujur aku juga sempat ada yang menawarkan seperti itu. "Ijazah Palsu"  awalnya memang menggiurkan ya, hanya dalam kurun waktu yang sebentar, tidak perlu banyak berusaha untuk belajar dan berjuang sungguh2 untuk menyusun TA (Tugas Akhir) atau Skripsi. Kita hanya perlu menyiapkan uang, dan menunggu waktu, akhirnya selembar kertas yang menandakan bahwa kita 'LULUS' dari jurusan yg dimaksud telah selesai, dan bisa langsung kami miliki.
Tapi seperti quote yg blm pernah aku post, "Child happy cause they get what they want, and get a permit to do anything. So how about us, Adult people? We are same.. we just need to think what the kouncequen." Kita bisa aja ngelakuin apa yg kita pengen, tapi ingat, "The mature look by the way we are to think."
Aku memang sangat ingin untuk memiliki ijazah gelar S1 Farmasi . Uhh how be amazing..so proud of my self if i can get it. Tapi aku pikir cara itu kurang baik, segala sesuatu yg instan ga akan selalu enak hasilnya. Kalau aku sih emang pengen ngerasain gimana susah payahnya sebuah proses mendapatkan selembar kertas itu. Selembar kertas yang dapat menghasilkan segala sesuatu yang kita butuhkan dan yg kita inginkan.

Dari obrolan ijazah palsu, malam itu saya menarik seluruh pembahasan akhirnya. Termasuk pendidikanku yg sekarang mulai membuatku galau lagi. Alih2 mau memancing mencari dukungan untuk masuk ke jurusan S1 Farmasi. Eh malah sedikit diberi pencerahan, dan intinya kamu lebih baik masuk D3 Kebidanan alias AkBid . Ii waw :( Galau seketika!
AkBid , tidak terlalu mencong memang kalau dibilang banting stir. Cuma belok sedikit. Masih dalam satu lingkup dunia kesehatan. Tapi tetap saja beda. Farmasi itu benar2 Sains, its Realy Sains after Doctor Study Program. I love Chemical.
Aku sedikit protes karna takut kalau nanti saya tremor menghadapi pasien melahirkan. Dan dinas malam, masuk di hari libur karna profesi bidan pasti kalau sudah masuk ruang lingkup kerja, kerjanya Shift-shift an gitu. Belum lagi yang kerjanya menolong dua nyawa sekaligus. I proud that actually. Apalagi dari dulu cita-citaku ingin jadi dokter. Dokter bedah. Nah.. is this a good for me? Belum bisa dapet profesi dokter bedah yg diinginkan, mungkin jadi midwife has enough for me??
Mereka menjelaskan banyak hal tentang masa depan pekerjaan Bidan dan Assisten Apoteker atau jadi Apoteker sekaligus itu seperti apa. Mereka seolah memberi gambaran. Bahkan sampai bawa2 how proud ur parent if u be that. Aduhh iya sih.. dua-duanya sama2 pekerjaan mulia, yg satu menolong 2 nyawa sekaligus. Yang satu juga bisa memberikan penyuluhan tentang obat, menjadi penerang tentang cara minum obat yang baik kepada masyarakat. Tapi dua-duanya juga memang punya resiko. Every Job has a risk. Ahh so confused..

To be contin
ued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

coment here