♥rkavkavianty♥

assalamu alaikum

Senin, 21 Oktober 2019

pola asuh

Assalamu'alaikum.. mommy ...
Mommy .. ternyata jadi mommy itu tidak semudah yg aku bayangkan.. terutama mengurus anak sambil bekerja. Ada saja drama yg terjadi. Entah masalah dengan nany, entah dengan teman, ataupun mertua.  Tapi masalah mertua, seperti nya semua istri di dunia pernah mengalaminya. Termasuk saya hari ini saya pengen curcol. 
Momies, kesel ga sih kalo pola asuh kita yg sudah kita terapkan sehari hari untuk anak , dirusak atau diabaikan sama mertua atau kadang orang tua kita pun tanpa sengaja merubah pola asuh kita.
Tetap sabar, tetap tenang.. memang harus pelan-pelan. Apalagi sama mertua, bukan apa-apa, kita hanya menjaga perasaan mereka, bukan berarti orang tua kita ga kita jaga perasaan nya. Kalo orang tua sendiri, kita ga begitu segan..mungkin momies juga mengerti pada posisi ini. Menjaga perasaan mertua termasuk menjaga perasaan suami kita juga. Kita ga mau kan ada ribut sama suami karena kita ada masalah sama mertua. Jadi lebih baik kadang merasa harus mengalah.
Tapi untuk pola asuh makan, saya tetap harus sedikit tegas, karena itu penentu juga bagaimana anak akan tumbuh sehat.
Saya tidak ingin anak saya jadi korban stunting ataupun kelebihan gizi. Permasalahan makanan sudah saya alami sejak baru saja saya menjadi ibu. Waktu lahiran, air susu belum keluar sempurna, masih colostrum, itupun hasil pompa ekstra. Sehingga IMD (inisiasi menyusui dini) tidak sempurna, karena air susu belum keluar, tapi ternyata itu tidak terjadi sama aku aja, bahkan 70% ibu melahirkan mengalami ini. Akhirnya hari pertama anak aku harus dikasih sufor alias susu formula karena anak aku merengek terus di runag bayi, sedangkan aku ga bisa kesana, dan bayi pun tidak bisa dibawa ke ruang rawat inap. Karena waktu itu aku lahir sesar. Jadi aku dan bayiku harus dipisah. Padahal aku yakin, kalo saja diizinkan sebentar menyusui, pasti asi ku sudah keluar, karena Alhamdulillah anakku ga bingung puting kaya bayi lain. Waktu udah pulang dari RS, Alhamdulillah asi ku keluar banyak. Tapi mertua dan orang tua tetap menyuruh aku memberi sufor, karena kasian sama aku yang masih merasakan sakit luka oprasi tapi harus menyusui. Cuti melahirkan aku habiskan di Bandung, sedangkan suami di Tangerang. Selama di Bandung aku belum merasakan ribetnya punya anak, ribetnya jadi mommy, karena masih dibantu orang tua dan keluarga. Tapi saat di rumah mertua, konflik itu mulai datang. Anak ku mau dikasih susu formula, karena dia merengek terus selalu kehausan dan merasa lapar. Momies, perlu diketahui, anak yg minum ASI eksklusif, akan cepat merasa laper/haus, karena asi cepat diserap. Kalo susu formula akan cepat kenyang karena tidak semua menjadi darah, kalo asi kan dari darah, jadi akan cepat juga jadi darah kembali dan mudah diserap. Itupun akan berakibat pada bab nya, momies tidak perlu khawatir jika bayi diberi asi eksklusif, karena mau berpa kalipun bab nya, itu tidak masalah. Momies hanya perlu berhati hati memilih makanan yg momies konsumsi, karena tidak semua bayi baik kondisi imunitasnya atau tidak memiliki alergi. Waktu di Bandung suami sama mertua panik, kenapa Arfan babnya sehari lebih dari 5 kali, padahal ga mencret, momies, juga ga usah khawatir kalo fasesnya kok ga kaya kita? Kok kaya bubur? Ya emang kaya gitu, karena dia hanya konsumsi asi, tapi meski begitu, itu ga masalah. Asal jangan lebih dari 15 kali dan fasesnya air. Itu perlu diwaspadai.  Umur Arfan menginjak 2 bulan, tapi mau dikasih pisang. Momies, memberi pisang emang ga salah, tapi kurang tepat, kalo asi ibu banyak, kenapa harus memberi MPASI yg belum waktunya. Pernah ada kejadian, bayi yg diberi MPASI belum waktunya, mengalami sembelit, diare, invaginasi atau masalah di usus, bahkan hishprung alias tidak bab sama sekali, bahkan susah kentut. Ngeri kan momies? Jadi asi aja sebenarnya udah cukup kok. Momies hanya perlu makan yg banyak, sayur, buah, air putih sehari 4 liter, kalo perlu minum susu ibu menyusui, tapi harus diperhatikan, takutnya ada alergi yg bisa memberi dampak ke bayi. 
Masa asi eksklusif hampir berakhir, disini di uji lagi karena air susu semakin sedikit, ditambah sekarang aku udah aktif kerja dan tibggal di rumah hanya bertiga sama suami, biasanya ada yg bantu masak, bahkan dimasakin sayur, ini ngga ada, jadi yaaa makan seadanya, akibatnya asi berkurang. Setiap hari harus gojekin asi untuk si kecil ke tempat pengasuh nya. Pada saat itu mertua sedang berkunjung ke rumah dan akhirnya tanpa aku tau anak bayiku yg masih berusia 5 bulan diberi minuman kemasan. Karena asi ku belum datang ke rumah. Memberi minuman yg belum boleh dikonsumsi akan mengakibatkan diare pada bayi, momies! Apalagi suhu minuman tersebut ada dibawah 8'C. Alias minuman dingin! Asi saja harus kita hangatkan terlebih dahulu, kok ini dikasih air kemasan? Dingin pula?! Duhh....
Masa asi eksklusif telah berakhir, sekarang waktunya memberi MPASI, pada saat itu arfan baru usia 6month 1 Minggu, dan dia harus dititip ke Bandung karena nany nya lagi pulkam. Aku mewanti wanti pada kakek nenek arfan, kalo Arfan baru saja MPASI, jadi harus diberi makanan yg lunak plus lembut. Ga boleh menggumpal, kasar apalagi keras. Tapi setiba aku menjemput kembali Arfan di Bandung, aku kaget yg baru saja sampai Bandung mendengar Arfan sedang nangis teriak2 karena sembelit. Aku raba fasesnya, keras banget momies, warna fases nya pun gelap! Arfan sampe keringet dingin dan duburnya lecet. Akhirnya kita bawa ke klinik, dan ternyata penyebabnya karena salah makanan. Disitu aku merasa kecewa sama diri sendiri, kenapa tidak aku rawat saja sendiri kalo jadinya seperti ini. Dubur Arfan lecet dan harus diberi salep, tapi neneknya malah memberi Betadine. Padahal sudah jelas kata dokter, cream yg aku punya adalah cream recomended untuk bayi, dilihat dari harga saja mungkin sudah bisa dinilai, kalau ini obat bukan kaleng-kaleng. Tapi kenapa harus dikasih Betadine???? Akhirnya aku mengalah lagi. Cuaca di Bandung pada saat itu dingin sekali, dan aku pernah baca suatu artikel, suhu tubuh ibu dan anak pada saat berdekatan, ternyata kadang bisa sama. Jadi pada saat ibu kedinginan, anak juga merasakan hal yg sama. Aku memakaikan Arfan baju lengan panjang, pada malam itu, tapi kata neneknya pakai baju pendek saja, karena hawa panas/gerah. Akhirnya aku mengalah lagi. Di Tangerang Arfan jam setengah 6 udah mandi, di Bandung jam 8 baru mandi, tapi dengan suhu air yang sama! Kata neneknya kalo di Bandung kan dingin hawanya, jadi mandinya agak siang, tapi Arfan pake baju lengan pendek pada saat itu. Hehhe namanya juga orang tua yah hehehe. Aku ga komentar apapun. Waktu di Bandung neneknya mandikan Arfan pake air dingin, aku udah khawatir. Kasian masih bayi mandi air dingin, tapi waktu aku searching, ternyata ga apa2 kalo BBnya sudah diatas 6kilogram, paru-paru sudah kuat. Alhamdulillah..
Momies, Sampai sekarang nenek-neneknya masih suka memberi minuman kemasan, dan makanan pun kadang masih suka kasih yang keras-keras. Aku kadang sambil memohon , bilang langsung sama mertua atau ibu ku bahwa itu ga baik. Atau kalo aku menyerah, aku minta tolong sama suami, membujuknya untuk tidak merusak pola asuh makan yang sudah aku terapkan. Terakhir kemarin Arfan hampir diare karna kata neneknya ga mau makan nasi, ga mau minum susu. Seharian cuma dikasih buah naga,air putih dan biskuit. Untungnya setelah aku di rumah, aku selalu coba kasih nasi dan Alhamdulillah selalu habis. Yah walaupun emang kadang lama makannya. Emang harus sabar momies nyuapin anak, apalagi nanti masa GTM usia diatas 1 tahun, harus lebih ekstra nyuapin nya..
Momies.. apapun ujian nya, dari manapun.. kita harus tetap kuat, ekstra sabar, karena ga setiap wanita di anugrahkan jadi seperti kita.
Kalau masalah mertua.... aku cuma pengen sampaikan sama semua mertua di dunia ini, menantu (perempuan) kalian punya pola asuh sendiri, mereka menerapkannya masing2 bukan tanpa alasan. Mereka pun seorang ibu baru yang belum berpengalaman mengasuh anak kandung, yang dulu ibu (mertua) alami. Mereka memiliki khawatir yg kuat kalo jauh dari anak, mereka ingin anaknya sehat, mereka ingin anaknya safe setiap saat. Dan ibu kandung yg waras itu ga akan mungkin meracuni anak kandung nya sendiri. Jadi ga perlu khawatir berlebih dan terlalu berpaku pada ajaran yg kalian terapkan dahulu. Semua ilmu berubah ubah, terupgrade setiap waktunya. Jika menantu kalian memiliki cara tersendiri untuk merawat cucu kalian, biarkanlah selagi itu baik..suport mereka. Mereka pun ingin dihargai sebagai ibu baru. Mereka cukup diberi saran dan jika kalian merasa ada yg salah, barulah tegur, itupun harus pelan dan penuh perasaan.
Ibu.. kalian pun punya mertua, kalian mungkin merasakan apa yg kami rasakan. Dan suatu saat juga aku akan jadi mertua, terlebih aku juga akan memiliki menantu perempuan, dan aku berjanji, tidak ingin merubah pola asuh nya, apa yg menurut dia baik dengan caranya, aku akan dukung. tapi kalo itu salah besar dan bisa berakibat fatal apabila tidak dicegah, barulah aku sebagai mertua ikut turun tangan. Mamah mertua ku... walaupun begitu aku tetap menyayangi mu.. kamu juga ibu ku.. 

Rabu, 16 Oktober 2019

My First Pregnancy

Hi assalamu'alaikum semuanya..
Sebelum posting, aku mau cerita dulu nih soal postingan ini. Kemaren itu sebenarnya aku udah ketik panjang2. Dari awal cerita sampe 3/4 postingan. Tapi dasar sial, malah kehapus lagii guyss..
Hal yg paling bikin kesel tuh kaya gini guys, udah ngetik panjang2, eh malah kepencet back, terus papan klip nya kehapus donk ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.
Jadi sekarang aku mau mulai lagi ya guys.. cerita soal kehamilan aku waktu itu. Waktu itu aku share karena denger kabar artis Irish bella dan aktor Ammar zonni yang baru aja kehilangan baby kembar mereka di usia 26 Minggu karena TTTS alias twin to twin transfusion syndrome. TTTS itu jadi si janin ada dalam satu plasenta, dan pembuluh darahnya sampe terhubung, kaya identik gitu deh, tapi kondisi ini menyebabkan janin A mendonor kepada janin B atau  kembarannya. Akibatnya salah satu dari mereka ga berkembang. Bahkan bisa ga selamat dua duanya. Mamahku juga sempet mengalami ini dulu. Jadi sebelum hamil aku, mamah udah pernah hamil, cuma bayi kembar nya harus meninggal karena TTTS ini. Nah dari situ aku langsung pengen share sama kalian, gimana sih hamil itu rasanya, buat yg jomblo sebaiknya jangan dulu bayangin, sebelum dapet calon. Hehe
Jadi waktu itu tuh aku dan suami lagi perjalanan pulang dari Jawa timur ke Bandung, ceritanya kita dan keluarga abis lebaran disana.  Pada perjalanan pulang, perutku terasa mules, seperti nya maag ku kambuh, tapi bukan bagian kiri atau kanan perut yg sakit, lebih sering di bawah perut. Aku sempet berfikir, aku sudah telat haid 1 bulan, tapi apa benar aku hamil? Dan gejalanya seperti ini? Akhirnya pada saat itu suamiku ingin ke kamar mandi, dan kita menepi di Alfamart yg masih buka jam 2 saat itu. Aku iseng ikut ke dalam sambil cari cemilan, lalu di meja kasir aamu lihat testpek, akhirnya aku iseng beli. Di daerah Pekalongan kita menyempatkan solat subuh di pom bensin. Di toilet yg lagi antri aku coba testpek yg sudah kubeli, dan alat penampung urin nya pun gelas Aqua yg aku minta dari ibu2 yg jual minuman disitu. Dengan mengucap bismillah, dan sembari deg degan, aku intip hasilnya, daaaann.. hasilnya garis 2 ! Air mataku langsung menetes, ya Allah.. Alhamdulillah masyaallah tabarakallah subhanallah Allahuakbar.. aku lalu keluar toilet dengan diomeli ibu2 yg antri karena kelamaan di dalam toilet. Aku langsung solat setelah itu masuk mobil memberi tahu suamiku yg lagi mengantuk saat itu,
"Apa ini?"
Aku cuma senyum๐Ÿ˜Š
"Hamil??"
"Iyah" jawabku sambil tersenyum. 
"Ohh.. Alhamdulillah"
Waktu itu mimik wajah suami masih flat. Aku ga tau, apa karna dia lagi ngantuk atau kenapa sih? Kok girang nya ga kaya aku? Tapi waktu sampe Bandung, he is so protective to me. Keluarga pun sudah diberi kabar ini, dan mereka so antusias. 
Hari lebaran ke 5 aku sudah masuk kerja, teman2 memberi ucapan sama aku. Tapi hari itu juga aku dibuat shock karena sore nya aku harus diantar ke klinik yg dulu aku kerja karena keluar flek. Sehabis magrib aku diantar suami akhirnya menemui dokter obgyn untuk di USG. dr Bayu Winarno, SpOG. Dan saat itu aku divonis suspek BO alias Blind Ovum. Blind ovum itu si janin ga berkembang, jadi yg harusnya 5weeks itu janin udah berukuran sekitar 5cm atau sebesar kacang merah, ini masih kurang. Kata dokter katanya mungkin akibat pembuahan yg belum sempurna. Ya Allah aku shock! Kenapa bahagiaku sesingkat ini?? Akhirnya aku diresepkan obat penguat kandungan dan disarankan bedrest. Saat harus bedrest, rasanya gimana gitu, biasa aktivitas berat, tiba-tiba suami larang kerjain ini itu, disuruh minum susu sehari 2 kali, sampe dibikinin sama dia, makan buah-buahan, sayur dan lain-lain yang sehat. Mau ngelakuin apa-apa hati-hati banget, penat banget di rumah, yah namanya juga bedrest. Tapi masih untung sih bedrest di rumah bukan di rumah sakit. Satu minggu kemudian, aku kembali kontrol ke klinik, dan waw! Im so Amaze karena dokter bilang janin aku sehat, dan usianya udah 6weeks. Hanya waktu itu ada sedikit infeksi di vagina ku, karena suka keluar kaya keputihan. Tapi aku diresepkan antibiotik dan Alhamdulillah akhirnya sembuh. Its like miracle! Aku udah hopeless banget, apa aku akan di kuret, apa aku akan kehilangan kebahagiaan aku ini dengan singkat? Ternyata engga! Allah memberi kesempatan untuk aku yg mau berjuang mempertahankan janin ini. Big Thanks Allah ๐Ÿ’“ 
Usia 12weeks aku harus dirawat di Puskesmas karena HEG alias hiperemesis gravidarum adalah  mual muntah hebat selama kehamilan. Jadi setiap pagi aku mual muntah, morning sicknes gitu lah. BB  (berat badan) aku juga berkurang. Akhirnya di puskesmas aku sempat dirawat 2 hari. Hal ini memang suka terjadi sama bumil karena hormon meningkat saat di trimester pertama.
Masuk 16 weeks keluarga di Bandung menggelar tasyakur 4 bulanan, karena katanya pada saat itu ditiupkan nya ruh kepada janin. Dan dalam dunia kebidanan juga paru-paru sudah mulai dibentuk. Biasanya acara 4 bulanan di kita itu pengajian, bagi2 nasi kotak atau makan-makan, bikin makanan pais-paisan atau kukus, sama bikin rujak hamil. Nah katanya dari rujak itu nanti bisa ditebak anaknya laki-laki atau perempuan. Waktu itu banyak yg bilang bayinya perempuan.
Waktu udah di Tangerang, di puskesmas aku juga bikin rujak lagi, dan katanya rujaknya pedes, kalo pedes ini kayanya laki2. Aamiin aku sih sedikasihnya aja sama Allah, yg penting anak aku sehat, Lengkap, sempurna. Tapi sih kalo boleh milih ya emang pengen laki-laki sih dari dulu hehe
Trimester pertama telah terlewati, sekarang memasuki trimester kedua dengan keluhan males makan, mulai pilih2 makanan, dan mulai agak berat nih bawa perut yg sudah 20weeks. Tapi pada saat itu aku mulai drop lagi, badan meriang, pusing muntah2 lemes. Akhirnya aku harus dilarikan ke puskesmas lagi karena thypoid dan harus dirujuk ke RS karena kondisi ga kunjung membaik. 3 hari dirawat dan Alhamdulilah suami masih setia dan siaga menjagaku. Setelah 2 hari 2 malam dirawat, sebelum esoknya pulang, aku di USG dokter, Alhamdulillah baby ku sehat dan jenis kelamin sudah terlihat. 
Setiap proses aku nikmati, dari trimester pertama kedua dan memasuki trimester ketiga yang membuat aku makin merasakan "hamil tuh kaya gini ya ternyata rasanya..." Banyak pantangan nya, makin disayang suami, hampir setiap orang protective. Menurut aku, Bumil itu Harus lebih sehat dari orang sehat! Ke kantor ga bawa kendaraan sendiri, kalo udah jam 5  wajib masuk rumah. Suami setiap awal bulan bawain susu, buah, cemilan. Bahkan hampir tiap hari sih kalo bawa buah dan cemilan.
Ga kerasa udah 28 weeks, aku udah mulai mempersiapkan perlengkapan buat lahiran, off course buat baby juga. Semua aku list, dan mulai bingung mau lahiran dimana. Tadinya sih pengen nya di Bandung, tapi aku pikir proses nya takut ribet, dan takut ga bisa ditemenin suami lahiran nya, secara suami dinas dan ga bisa excuse gitu aja.
Pada usia 36weeks, saat pulang kerja, aku menyempatkan main ke salah satu mall. Disana cuma makan ice cream! Waktu pulang ke rumah, ujan2 aku kok pengen makan mie yah, akhirnya aku bikin mie yg ukuran nya kecil itu. Nggak lama kemudian, kok perut ku terasa sangat mules, melilit. Sampe subuh rasa sakit itu engga berhenti. Sampe akhirnya pagi nya aku ke puskesmas untuk Konsul ke bidan, yg tidak lain dan tidak bukan adalah temen di puskesmas.
"Ini mah HIS palsu ka.."
"Apa his teh, teteh?"
"Mules palsu. Sering olah raga aja, biar ada pembukaan."
Setelah percakapan itu aku diantar suami tetap berencana ke dokter obgyn di RIS hospital. Dan Kata dokter waktu itu "nanti kalo ada keluhan aja langsung kesini yah, janin nya fine aja ko. Ga usah khawatir. Tapi belum masuk panggul nih, kayanya tetep harus SC !"
Dari saat itu aku lebih sering gerak, olah raga, berharap mujizat bisa melahirkan dengan normal.
Satu minggu kemudian setelah kejadian HIS palsu, aku mendapat kabar bahwa mertua dilarikan ke RS di Bandung karena Trigliserida nya tinggi. Malam itu suami khawatir, tapi aku coba menenangkannya. Bahkan tadinya si suami mau ke Bandung, tapi mungkin karena kasian sama aku, akhirnya dia stay di rumah dan kita berdoa bersama agar beliau cepat sembuh. 
Pukul 3 pagi aku terbangun seperti biasa, dan merasakan celana dan kasur ku basah.
"Ini kok basah ya??" Saat itu suami ku juga terbangun, dan aku sambil meraba raba dan mencium kasur dan celana, tapi bukan bau Pes*ng (maaf), pikirku. 
"Apa air ketuban ya?"
"Yaudah besok cek yah. Pagi ini cek ke dokter." "Iya" jawabku, lalu kami tidur kembali.
Pagi harinya karena pasien banyak, aku jadi tidak bisa menyempatkan ijin untuk ke rumah sakit. Dari pagi itu gerakan utun semakin lincah, semakin terasa organ tubuhnya menyentuh perutku. Masyaallah.. aku makin merasakan basah basah di celana dalam ku. Aku pikir ini hanya keringat, karena tidak bau Pesing atau apapun. Dan tidak berwarna.
Pukul setengah 4 saat aku sedang pemantapan re-akreditasi di kantor, akhirnya aku meminta ijin untuk pulang lebih dulu karena harus ke RS cek up kandungan. Aku langsung memesan ojol alias ojek online dan otw RIS hospital. Jam 15.50 aku sampai di RS, daftar langsung menunggu antrian di depan ruang periksa Obgyn. Aku memberi kabar pada suami yang katanya akan menyusul.
Akhirnya jam 17.00 aku baru bisa diperiksa. Aku dan suami masuk ke ruangan, dokter menyambut dan kami langsung duduk dan menjelaskan keluhan nya. Aku langsung di USG...
"Udah 37 Minggu yah.. Ini air ketubannya udah tinggal sedikit nih,. Harus dilahirkan segera."
"Terus gimana dok baiknya?"
"Ya gimana ibu dan bapak.. berunding dulu aja lebih baik, cuma saya kasih info aja, air ketuban nya udah tinggal sedikit, ga bisa di lama2."
"Baik dok." Akhirnya kita keluar ruang periksa dan saat itu aku sangat deg degan. Aku inget pengalaman teman, yg menunda melahirkan, hingga akhirnya bayinya meninggal karena keracunan air ketuban.
Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk membantu proses persalinan ku dengan cara SC atau Caesar. Aku langsung menghubungi atasan di kantor terlebih dahulu, lalu keluarga dan teman dekat. Kami menghampiri lagi dokter obgyn memberi tau bahwa saya siap untuk di operasi.
"Yaudah kalian sekarang siap2 aja, nanti kesini lagi bawa perlengkapan, dokumen, nanti langsung masuk ruangan, paling tindakan nya besok pagi sekitar jam 8." Jelas dokter. 
"Baik dok. Terimakasih.."
Akhirnya kami pulang dan mempersiapkan semuanya. Kami kembali ke RS dan aku langsung di cek untuk persiapan oprasi. Mula-mula aku di infus, diambil darah untuk diperiksa di lab. Cek denyut jantung janin atau DJJ. Lalu pergerakan bayi, kaya EKG lagi gitu guys, terus skin test, gunanya buat mengetahui apakah kita alergi atau engga terhadap obat injeksi (antibiotik) yg nanti disuntikan. Terus test cuping, jadi daun kuping bagian bawah ditusuk jarum kecil, lalu dihitung berapa detik/sekali darah kita keluar, itu gunanya buat mengetahui seperti apa darah yang nanti keluar dari dalam tubuh kita, akan terjadi perdarahan atau tidak. Lalu sempet di VT alias Vaginal Touch, ini untuk mengetahui apakah ada pembukaan atau tidak. Semua test ini first time buat aku. Aku belum pernah melakukan operasi sebelumnya, dan sekalinya operasi, aku operasi besar alias SC. Pukul 23.00 akhirnya test selesai dan aku bisa istirahat di ruang rawat menunggu hari esok yang akan bersejarah untukku. Saat baru saja hendak rehat, aku ingin ke toilet untuk buang air kecil, akhirnya aku diantar suami ke dalam kamar mandi. Saat sedang di toliet, aku mendengar suara suster memasuki kamar sambil memanggil namaku.
"Nyonya Rika.. nyonya Rika.."
"Seperti nya di kamar mandi sus" kata salah satu pasien di ruang rawat itu.
Akhirnya dia menggedor pintu kamar mandi dan teriak dari luar,
"Nyonya Rika, oprasi nya dimajukan malam ini yah, kita harus siap2 segera."
Aku langsung keluar kamar mandi dan benar saja di depan pintu kamar mandi suster sudah membawa kursi roda, aku langsung naik dan dibawa ke ruang persiapan oprasi.
"Kok bisa dimajukan oprasinya sus?" Tanya aku yg duduk tegang di kursi roda yg di dorong oleh suster.
"Malam ini ada pasien yang mau di operasi, Cito (urgent) soalnya Bu, jadi kata dokter sekalian dengan ibu Rika."
Oh gituuu.. jawab aku dalam hati.
Aku diminta berbaring, melepas semua baju dan tidak boleh ada perhiasan yg dipakai, beruntung dulu aku pernah berpengalaman menemani bibiku lahiran SC, jadi aku sudah menyimpan perhiasan ku di rumah sebelum ke RS. Lalu rambut *maaf vagina harus dicukur, dan aku juga sudah mencukurnya, hehe setelah itu aku mulai dipasang cateter, sumpah guys! Ga nyaman banget pake cateter! Mo pipis kaya bocor gitu, sampe aku beberapa kali memastikan ke suster,
"sus ini saya buang air kecil, saya kebelet, ga enak ini kateter nya, coba tolong dicek, ko kaya bocor yah..?"๐Ÿ˜“
"Mana?! (Sambil memeriksa si kateternya) Enggak kok Bu, ibu pipis aja kalo pengen pipis, gpp!!" Haha mungkin kata suster ibu ini cerewet yah๐Ÿ˜… 
Pukul 00.30 aku sudah di ruangan operasi. Tapi masih menunggu giliran. This is first time! Di luar hujan, ruangan begitu dingin, entah berapa derajat Celcius saat itu, aku kedinginan, menggigil. Lalu waktunya tiba, dimulai dengan suntikan bius. Suster meminta aku untuk duduk agak membungkuk, kalian bisa bayangin saat itu, lagi hamil disuruh duduk posisi kaya gitu๐Ÿ˜ญ sambil memeluk bantal aku mengucap bismillah dan berdoa. Suster mulai menyuntik nya tepat di tulang punggung bagian bawah (tulang belakang) jesss! Rasa pedih dari jarum suntik nya sih sebentar, tapi sakit pegal dari obat nya itu loh! Kayanya udah masuk zat itu! Fikirku! aku diminta untuk berbaring dan suster meminta aku mengangkat kedua kaki ku, tapi kaku banget rasanya! Fix! Obat bius udah bereaksi! And this is time you've waited!
Sekitar pukul 1.00 hari Rabu tanggal 30 operasi Caesar dimulai. Dokter Jeffry dan asisten nya mulai masuk ruangan, sempat juga menyapa aku. Lampu sorot besar di arahkan ke perut. Aku benar-benar tidak merasakan apa-apa, perutku seperti di koyak-koyak, di goyang goyang. Saat operasi berjalan, aku semakin menggigil, akhirnya aku terpaksa disuntik obat 'petidin' agar tidak terlalu kedinginan, badan ku pun diselimuti oleh suster.
Pukul 1.20 WIB suara tangis bayi terdengar, membuat aku menghembuskan nafas dan meneteskan air mata. "Alhamdulillah.. "kataku dengan lirih..
"bayinya laki-laki ya ibu." 
"Wah bagus banget nih bayinya!"kata dokter.
Setelah itu bayi itu di bedong (dibungkus badan nya oleh kain) suster memperlihatkan kepadaku sekalian untuk IMD (inisiasi menyusui dini). Saat itu aku meneteskan air mata, dan sembari menghilangkan sugesti kalo bayi yang baru lahir itu biasanya bau amis. Tapi saat itu masyaAllah banget. Entah mukjizat atau apa, bayiku nggak bau amis.alhamdulillah.. saat IMD ternyata air susu ku belum keluar sepenuhnya, akhirnya bayi ditaruh langsung ke ruang bayi. Sebelumnya di adzankan dulu oleh suami ku.
Setelah selesai mengeluarkan bayiku, dokter mulai mengeluarkan plasenta nya, ini tetap membuat aku deg-degan, kenapa? Karena aku takut sesuatu yang aku gak ingin, terjadi, 'pendarahan' . Tapi akhirnya lancar.. dokter mulai menjahit bekas sesar, menutup jalan lahir itu. Setelah selesai, dokter menyapa aku mengucapkan selamat dan akhirnya keluar ruang operasi. Badanku mulai dibersihkan dan aku dibawa ke ruang rawat. Suami ku menghampiri dan mencium keningku..

Detik demi detik masih dan akan selalu terekam olehku proses itu! Aku langsung ingat mamah, yang waktu itu juga melahirkan aku dengan sesar. Ternyata lahiran normal yang sudah biasa aku lihat di puskesmas, sama juga mengerikannya dan beresiko nya seperti operasi Caesar. Not easy ya kan Moms?! 

Dari awal sejak aku tahu kalo aku hamil, aku mulai janji sama diri aku sendiri, aku mau protect janin ini sekuat aku, lalu harus bedrest karena janin lemah, aku merelakan studi S1 Farmasi ku harus ditunda. Karena ga mungkin aku harus ke kampus yg jaraknya 30km dengan kondisi seperti ini. Aku berfikir, tidak semua wanita mendapatkan anugerah dan kesempatan seperti ini. Sekuat-kuatnya saat itu aku lakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh ibu hamil. Rela gak makan pedes padahal suka banget, rela gak sering makan asem dan es karena takut kenapa-kenapa, rela ga bawa kendaraan sendiri, dan lainnya.
Terima kasih ya Allah.. telah membuat aku menjadi wanita seutuhnya. Kini aku hanya perlu menjaga Anugerah dari-Mu ini. Insyaallah aku akan menjadikan nya laki-laki yang Soleh aamiin.
Terima kasih suami ku.. engkau pahlawan dalam proses ini.. semoga Allah selalu setia membalas setiap jasamu.. aamiin

Rabu, 29 Mei 2019

Duka Perhiasan Dunia

Sekiranya ada amalan yang bisa saya terus lakukan untuk mengganti sholat ku, aku akan lakukan apapun demi itu..

Ramadhan ke 22. Aku masih menghibur diri dengan rambut ku yang baru saja ku potong dari salon dan wajah yang juga baru mendapat perawatan dari klinik beberapa hari lalu. Waktu ku seperti luas dan panjang, tidak ada jeda untuk berserah pada Rabbku. Padahal hati kian sempit, aku ingin bercerita kepadaNya, lewat setiap bingkai kata dalam hati. Rabbku selalu mendengar jeritan hatiku, Rabb ku selalu mendengar kata hatiku, bahkan bisikan hati ia pun tahu.

Tapi kini aku lemah.. air wudhu tak dapat ku pangku di kedua telapak tangan ku. Helai kain yang panjang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tanganku sementara tak dapat ku gunakan karena aku sedang tidak suci. 
Dari awal Ramadhan aku belum sekalipun berpuasa, bukan karena aku sedang menyusui, tapi karena darah kotor itu masih saja mengalir sepanjang hari. Tidak, aku tidak kecewa akan takdir ku sebagai wanita! Aku hanya Rindu belajar menahan dahaga lapar dan menahan nafsu saat berpuasa. Aku juga rindu akan dahiku menempel di sajadahku. Aku rindu menyembah padaMu ya Rabb. Aku rindu membaca dan mengeja arti Al Qur'an  yang menyejukkan hatiku. Aku rindu masuk masjid dan solat disana. Bukan sekedar duduk di terasnya dan merasa tidak nyaman karena sedang tidak suci.
Aku rindu menangis di sepertiga malam Mu. Dzikir hingga mengantuk ngantuk..

Kini..aku hanya bisa mendengar.. mendengar lantunan murotal, mendengar kajian islami di YouTube atau sosial media, mendengar adzan dan mengingatkan orang-orang terkasih untuk segera sholat menghadap Rabbnya. Karena kita tidak pernah tau, kapan sujud kita jadi yang terakhir, kapan dzikir kita jadi yang terakhir, dan bisa kah kita membaca Al-Qur'an saat di hembusan nafas terakhir?
Tapi Rabb ku sungguh Ar Rahman. Wanita diciptakan dengan segala kemampuan, selain solat atau membaca Alquran, wanita bisa meraup pahala dari banyak hal lain nya, membantu orang tua, membuat masakan untuk suami, merawat anak,  membuat teman senang, shodaqoh  ke fakir miskin, dan lainnya. Bahkan ada hadist yg pernah ku dengar, jika wanita bersedih saat dia haid, maka dia mendapat pahala. Masyaallah ..
Semoga rindu ini suatu saat bisa melepaskan duka untuk hamba, untuk para wanita, istri yang sedang dirundung duka karena tidak bisa bersuci. Semoga Allah melimpahkan berkah untuk kita yg menahan rindu PadaNya.. aamiin

Sabtu, 18 Mei 2019

Be Stronger To Make People Strong

Pilihan itu tidak hanya ada untuk orang bernyawa. Yang telah tiadapun masih bisa  memilih, meski beda cara memilih nya. Maka selama kita masih hidup, kita termasuk makhluk yang merdeka untuk memilih apapun yang kita mau. Kita pernah menentukan dari awal bukan? Orang tua kita bertanya, cita-cita kita nanti sudah besar ingin jadi apa. Terus ingin sekolah di sekolah seperti apa. Ingin masuk perguruan tinggi atau langsung berkarir saja biar cepat sukses punya rezeki. Menikah di usia berapa. Punya anak nanti berapa dan seterusnya. Itu semua pilihan kita. Tapi semua bergantung pada ikhtiar dan doa. Kalo keduanya kuat, semua pilihan bisa kita dapatkan, bukan tidak mungkin. Tetapi takdir terkadang berbicara lain, ada hal-hal yang terjadi diluar pilihan kita. Ketidak inginan kita harus kita terima dengan lapang dada. Apapun yang terjadi, terimalah.. itu garisnya Allah.SWT . Meskipun tidak seirama dengan gambaran impian kita, tapi ketahuilah, pasti itu yang terbaik.
Menjadi seorang wanita pilihan dari seorang lelaki, itu pun termasuk takdir Allah. Cinta memang tidak bisa ditentukan, tapi rasa sayang dan hormat akan mengalir sendiri nya jika kita tanamkan untuk taat menjadi istri nya. Rasa sayang itu nanti akan lebih memperlihatkan rasa sedikit segan, khawatir, takut menyakiti dan kadang cemburu karena rindu. Betulkan? Kadang malu-malu untuk mengatakan rindu, meskipun sudah suami istri. Ya kadang gengsi. Suami istri itu seperti berteman, tapi teman seumur  hidup, bahkan sampai sudah di surga Allah. Harus tetap saling support saling menguatkan agar bisa bersama lagi di Alam Indah Nya. Begitu juga dengan saling menguatkan, padahal itu akan membuahkan rasa cinta dan sayang. Padahal masih bisa saling menguatkan, kenapa harus jaim untuk berkata "tetap kuat sayang.. aku dibelakang mu." Dan tetap siapkan telinga dan pandangan mu untuk tetap jadi teman sharing nya. Jadilah teman sharing yg baik untuk tetap menjadi super kekuatan pasangan. Teman yg bisa diajak bekerja sama. Dan jangan lupa selalu ucapkan terima kasih jika pasangan sudah mau mendengarkan keluh kesah kita. Pasangan yang baik akan selalu berfikir dan berusaha menjadi yang lebih kuat untuk menguatkan.

Selasa, 05 Juni 2018

Cinta Kasih dan Sayang

We Can love someone we want. .
But We Not Always Can Have Them To Be Our Own..

Bicara soal Cinta terlalu banyak teori. Ada yang bilang kita cinta pada siapa, tapi menikah dengan siapa. Itulah takdir. Tapi benar apa yang dikatakan quote tersebut. Kita mencintai seseorang belum tentu kita bisa memiliki nya.
Tapi bagaimana rasanya hidup bersama orang yang tidak kita cintai? Pada dasarnya manusia hanya perlu menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dari situlah kita akan saling menyayangi. Meskipun belum tentu cinta hadir disana. Rasa sayang bisa tumbuh perlahan, tapi belum tentu dengan cinta.
Rasa sayang yang tumbuh bisa membuat kita menghargai seseorang. Tapi Cinta bisa menghadirkan Kasih dan Sayang. Cinta bisa hadirkan Rindu dengan cepat. Dan hilang perlahan. Rasa sayang bisa hadirkan Kasih dengan Cepat dan tak akan mudah untuk hilang.
Cinta akan bertahan dengan rasa kasih dan sayang.
Rasa sayang akan memberi kasih pada Rindu yang telah tertanam.

Beruntunglah bagi kalian yang dijodohkan dengan apa yang kalian Cintai dan Allah Ridhoi.
Bersyukurlah bagi kalian yang telah dijodohkan dengan seseorang yang Allah takdirkan. Itu yang terbaik.. semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuz Nya . .

Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan. Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Maka dari itu kita patut bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.

Senin, 21 Mei 2018

Allah's Plan

We Can Changes Destiny !
As You Can To Move, To Choose and Approve !!
Follow Allah's Plan Is The Best Way For Your Device In Your Effort

Selesai makan buka bersama dengan seorang sahabat, seperti biasa, kita selalu haha hihi ga karuan. Apa aja diobrolin, maklum lah yah, Girlsss...😂 Tapi kali ini obrolan rada dewasa dan agak keras. Tidak seindah yang kalian bayangkan jadi kami wanita-wanita karir yang punya pekerjaan, punya gajih yang bisa dikatakan cukup, stylish, touch-up everywhe, shopping terus, travelling terus, and many more. Di usia yang mungkin sudah dikatakan cukup,  ( >24 tahun ) wanita-wanita ini bukan tidak ada maksud untuk melakukan hal-hal yang mungkin kalian pikir membuang waktu,energi dan budget. Kita hanya ingin membuang bosan. Ini memang cara kita, bagaimanapun kita hanya seorang manusia biasa yang punya keinginan, hawa nafsu, ga sempurna kaya peran protagonis di film-film. Seorang wanita dewasa juga butuh teman, teman hidup yang bisa mengayomi, melindungi dirinya. Saya juga terkadang iri pada mereka yang bisa menahan hawa nafsu untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna, hal-hal yang Allah perintahkan saat hati kecewa. Tapi kami tetap bersujud padaNya. Kami tetap meminta padaNya agar diberikan kekuatan untuk melewati ini. Kami sadar akan kondisi ini, dimana Allah ingin kami lebih dekat dengan-Nya. We still follow Allah's Plan..we still on right way. Event our way to break unmood is different with others people. Bukan saya membela diri sebagai wanita yang terkadang kurang baik dalam memanajemen mood saya. Tapi saya hanya ingin utarakan, dan beberapa wanita pun seperti itu.

Kamis, 15 Maret 2018

Our Wedding Story

-Marriage just a peaces of life, part of love and the begganing of your life changes-

120318
Satu Minggu lebih satu hari aku baru saja melangsungkan pernikahanku dengan dia. Time flies away, finally I have being a wife. Kemarin baru saja mengeluh, jadi ga yah nikah? Hehe ..sedikit ragu sama diri sendiri waktu tiap ditimpa ujian, tapi Alhamdulillah Allah always right here with me. Setelah Engagement tanggal 04032018 alias 4 Maret tahun lalu, kita akhirnya melangsungkan pernikahan. Tapi persiapan pernikahan hanya punya waktu sekitar 6 bulan. Karena ada beberapa kendala untuk menentukan tanggal pernikahan saat itu. Sampai akhirnya kita menentukan tanggal pernikahan, dan prepare is begin.


Waktu pilih Venue... ๐Ÿฐ

Karena terlalu mepet pilih tanggal, persiapan ke hari H  hanya enam bulan, sempat bingung pilih venue, semua gedung sudah full terbooking, pertama tanggal nikah aku tuh hari Minggu, kedua, itu tanggal muda, ketiga, keluarga pengen nya venue yg Deket sama rumah. Kenapa sih ka harus di gedung? Kenapa ga di rumah aja? 1. Rumah aku tuh masuk ke gang, takut nya tamu susah cari lokasi. 2. Ga ada lahan parkir. 3. Males beres2 nya euyy hehe. Tapi akhirnya om ku pilih yg dekat rumah yang jaraknya kurleb 1 kilometer, gedung itu tidak pernah dipakai acara pernikahan, karena mungkin tidak ada panggung nya untuk pelaminan dan memang gedung itu bekas gudang penyimpanan perbekalan para TNI. Tapi tata ruang dan interior nya bagus guys sumpah! Atap dan plafond dari kayu apa gtu pokoknya kata yg jaga ini kayu bagus. Ruangan nya pun luas sih, disamping nya pun ada masjid, jadi bisa dipakai untuk akad. Lahan parkir pun oke! Dekat juga dengan jalan raya. Karena yg penting sebenarnya untuk venue itu lokasinya strategis. Akhirnya dengan yakin, kita memilih gedung ini untuk hari H nanti.

WO dan MuA mua.. ๐Ÿ’…

Setelah pemilihan venue, WO juga belum ditentukan, aku coba hubungi tata rias yang aku kenal dari bibiku (anak dari adik nenek ku) tapi ternyata sudah full scheadule. Maklum lah yah, MUA yg mau aku booking itu MUA yg Ter Ter Ter update secimahi...๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Dan ternyata temen SD aku yg sudang booking . Wkwk kalah cepat! Akhirnya kami memilih WO yang ada di Cijerah, yang dulu dipakai sodara. Sempet ga yakin, bagus ga nih? Tapi liat dari foto-fotonya sih lumayan, dengan budget yg sekian, aku harus bisa memilih MUA yg minimal bisa bikin pangling penganten, kan percuma make up nya kekinian, tapi ga manglingin? Iya ngga??? Sempet bingung, mo pilih tema apa nih, but finally Aku pilih tema red gold. Terinspirasi dari pernikahan bibiku dulu. Warna nya yg nyala dan aku kira ini cocok buat karakter kita. Ada sedikit cerita nih guys! H-2 aku ke tukang riasnya, eh ternyata baju nya belum dikecilin donk.. tips aja nih buat kalian para calon manten, pastikan H-3 itu MUA sudah mempersiapkan semuanya, mereka ga akan marah ko kalo diingatkan, justru mereka akan senang dibantu tugasnya. Apalagi kalo kalian pilih MUA yg jadwalnya padat. Nah terus latar pelaminan katanya ada yg baru, trs aku ditawarin ganti, karena yg aku pesen itu jadul katanya.. yaudah aku iyakan! aku udah panik!! Tapi mencoba tenang... semuanya pasti lancar! Dan akhirnya pas hari H perfect! Bada subuh aku langsung ke lokasi (karena Deket rumah cuma naik motor pun jadi. modal bismillah aja) langsung menetes air mata, liat venue awal yg kucel, dekil, kotor, disulap jadi sekeren ini! Ada kaya buat photo booth gitu di samping gedung, terus tempat catering yg rapih! Pelaminan yg cuma modal palet wkwk tapi keren pelaminan yg akhirnya di pilih tuh yg blink blink gitu hehe. Dan yg dandanin aku pun ternyata anaknya, bukan ibu2 nya. Selama di make up ga terlalu banyak bicara, padahal sebenarnya aku tuh sukanya kalo lagi di make up diajak ngobrol, biar karakter aku bisa keliatan. Aksesoris yg dipasangkan semua baru, karena katanya tetehnya baru beli dari solo. Alhamdulillah dapet merawanin hehe dan masih banyak surprise lagi dari WO nya. Alhamdulillah

Catering...๐ŸŒฎ๐Ÿ—๐Ÿš๐Ÿœ๐Ÿง

Setelah WO dan Venue ditentukan, kita agak kepusingan memilih catering, karena hidangan itu menurut aku yg utama, jadi harus diprioritaskan. Tamu undangan juga 70% dari luar kota, entah keluarga, sodara, dan kerabat. Jadi ga mungkin kan pilih hidangan yg asal asalan taste nya?! Venue oke, tata rias oke, pas cobain hidangan, eh ko ?!!! ๐Ÿ™„๐Ÿ˜‹ Nah karena harga sembako saat itu yang semakin naik, akibatnya harga catering jadi lumayan tidak murah. Tapi Alhamdulillah karena catering tersebut langganan keluarga, dan owner nya dekat dengan bibi ku harga dimiringkan sedikit dan ada beberapa bonus juga. Padahal awalnya sempat bingung, mertua punya pilihan, mamah punya pilihan juga, tapi akhirnya aku tetap memilih catering tersebut untuk jadi suguhan para tamu undangan. Karena eh karena walaupun harganya tidak murah, mungkin agak tinggi dibanding catering lain, tapi yang penting tamu puas dengan suguhan kami. Menu yg kita pilih juga gak monoton, ada sedikit menu luar dan menu ala Bandung nya. Biar berkesan gitu di hati para tamu. Hehe

Documenter.. ๐Ÿ“ท

Sempet bingung juga pilih part yg ini. Karena semua kenalan aku dan Arief bisa nya cuma photo2 biasa, kalo documenter kan harus sama yg ahli, akhirnya kita tanya sama sepuh yg udh 10 menikah hehhe bibi sama om yg di Karawaci, kebetulan mereka masih punya kontak photograper waktu di pernikahan nya. Akhirnya kita kontek, janjian untuk prewed, dan deal ! Harga juga dapet miring wkkwk YEAYY!!✨

H-22 di rumahku menggelar acara syukuran  sebelum pernikahan. Sayang hari itu aku baru saja menyelesaikan UAS terakhir yang selesai jam 14.30 jadi tidak sempat datang, hanya bisa ikut berdo'a di perjalanan dan sempat dikirimi foto acaranya dari keluarga. Esok harinya H-21 kami sempat merencanakan prewedding, waktu itu calon suami pengen fotographer nya temen sendiri, temen SMP kita, niat biar lebih leluasa. Tapi karena Miss comunication, alhasil cancel, coba hubungi potograper lain ternyata pada gak bisa, karena kalo prewedding harus dijadwalkan, minimal H-1 sebelum pemotretan. Akhirnya kita berniat untuk membeli perlengkapan untuk seserahan dan outfit untuk kedua adik kandung kami yang akan dipakai hari H nanti.

H-15

kami pulang lagi ke Bandung untuk ke KUA hari Senin nya dan Prewedd dengan fotographer kami yg sudah janjian untuk hari H juga. Dokumenter untuk hari H akhirnya kita pilih @FullFrame66 yang baru kami dapat H-15 . @FullFrame66 yang dimanageri oleh teman Om saya yang dulu mendokumentasi pernikahan bibi dan om ku tahun 2008. Meskipun dokumenter lama, tapi hasil gambar nya ga jadul loh, selalu mengikuti trend alias kekinian. Jam 9 pagi kita ke KUA (Kantor Urusan Agama) Cimahi Selatan untuk difoto Online dan Penataran. Tapi karena berkas sudah masuk, dan Alhamdulillah kita ada yang bisa bantu, yaitu teman dari kakek ku yang bertugas sebagai penghulu, akhirnya kita hanya difoto dan Penataran tidak harus menunggu lama seperti cantin lain nya yang seharian penuh, kita hanya seperti ngobrol biasa di ruangan kepala KUA sekitar 15 menit, kepala KUA memberi arahan dan nasehat pada kami bagaimana nanti kehidupan setelah berumah tangga. Setelah dari KUA, karena kita janjian dengan potograper jam 2 siang, akhirnya kita makan siang dulu di depan kampus ITB (Gelap Nyawang). Jam 1 siang kita langsung ke lokasi prewedding di Taman Hutan Ir Djuanda Dago Bandung. Sekedar informasi, untuk photo prewedding di lokasi-lokasi komersil seperti Tahura ini, kita harus bayar biasanya 200ribu. Tadi nya aku memilih salah satu cafe di Dago, tapi seperti nya lebih leluasa di tempat yang berbau alam, lebih natural. Photograper kami kang Tedi dan asisten mengarahkan kami penuh selama shooting, ada beberapa kendala yang kami dapat, dari mulai bingung pilih spot, alatnya tiba-tiba gak nyala, dan terakhir hujan. Tapi karena hujan, tercetuslah ide baru dengan properti baru yang kami pinjam dari pos penjaga di sana hehe. Benar kata orang hujan tak selalu membawa badai, tapi juga pelangi. Hasil yang didapat juga gak kalah keren. Jam 5 sore kami pun akhirnya mengakhiri pemotretan kami.

H-7
Tidak terasa seminggu lagi hari itu akan datang. Do'aku semakin kuat, persiapan hari H sudah 80%. Tapi aku masih bolak balik kampus untuk mengurus pergantian semester baru. Akhirnya badan mulai drop, 4 hari berturut-turut pulang kehujanan dan tiba-tiba ga nafsu makan karena kepikiran hari H. Setelah mengurus semua pekerjaan sebelum mengambil cuti, akhirnya H-3 aku pulang ke Bandung. Di jalan jantung terasa dah dig dug. Setiap orang selalu mewanti-wanti untuk jaga diri selama di perjalanan, ternyata begini rasanya kalo mau pengantenan, diperhatikan lebih dari biasanya.

H-3

Alhamdulillah aku sampai di Bandung malam Jumat jam 10. Sampai rumah sudah merasakan hawa yang berbeda dari biasanya, aku masuk kamar pengantin yang sudah di rias dengan tema merah dan gold. Setelah membersihkan badan, aku istirahat karena besok masih harus ada yang diurus lagi.
H-2 pagi aku ke rumah tukang rias, karena belum fitting kebaya untuk akad. Omegod! Akhirnya kebaya langsung dikecilkan saat itu juga. Dan ada kabar mengejutkan, pelaminan yang sudah dipilih sebelumnya, tiba-tiba diganti dengan yang baru. Aku shock! Gimana bisa pelaminan diganti begitu aja. Tapi karena keyakinan owner WO pelaminan nya bagus, akhirnya aku ikut saja. Pasrah dan Bismillah.

H-2

Teman-teman SMK datang ke rumah, karena berhalangan hadir pada hari H nanti. Aku sempat minta tolong disuntik vitamin karena badan drop. Hari itu juga Om Rofi sempat datang ke rumah bawa hasil cetakan Prewedd 2 Minggu lalu untuk dipajang di gedung. And.. aku speechless liat hasilnya. Keren-keren dan banyak banget ternyata hasil cetakan nya. Thank you so much om ..

H-1

Sodara-sodara mulai berdatangan dari luar kota, rumah sudah ramai dengan tamu undangan. Beberapa dari mereka datang hari itu karena berhalangan hadir pada hari H. Persiapan sudah 90% . Gedung sedang ditata dari sore, semua panitia sibuk mempersiapkan semuanya.

Hari H (04032018)
Aku bangun jam setngah 4.00 pagi sempat solat tahajud meminta do'a pada Allah SWT agar diberi kelancaran untuk hari ini. Hari yang sangat sakral dan berharga di dalam hidupku. Aku mandi dan mempersiapkan perlengkapanku yang harus dibawa ke gedung. Setelah janjian dengan tata rias, bada subuh setelah solat aku diantar keponakan ke gedung. Sesampainya di gedung jam 5.10 , aku speachless. Tetesan air mata tak dapat aku tahan. Dream comes true! WO yang awal nya aku ragukan ternyata membuat mimpi jadi nyata. Pelaminan yang dadakan itu ternyata they so amazing! Foto-foto Prewedd yang tadinya bingung mau dipajang dimana karena standing frame hanya ada 1, jadilah seperti spot foto booth di samping gedung. Ahhh ini impian banget! Ada spot foto untuk tamu undangan selain di dalam gedung. Masjid untuk akad yang sangat bersih dari sebelumnya. Seketika semuanya pangling. Jauh beda waktu pertama kali aku survey gedung ini.
Tata rias sudah datang, aku di rias di gedung sebelah, dan aku terheran, yang meriasku ternyata bukan owner (Bu haji), tapi anaknya. Dengan ucap bismillah dan tak henti aku baca do'a . Aku mengikuti arahan dari teh desy. Semoga aku diberi tatanan dan penampilan yang istimewa hari ini. Selama merias teh Desi sangat sabar, bahkan ketika harus berpura-pura sedang merias aku saat team dokumenter (kang Tedy and crew) datang. Hihihi
Tepat pukul 8 pengantin mempelai pria dan keluarga sudah tiba. Aku pun sudah selesai di rias. Team dokumenter sempat mengambil gambar aku sebelum aku diminta ke masjid untuk prosesi akad.

-A K A D-
Cimahi , 04 03 2018 pukul 8.30 aku dan dia akhirnya di hadapan Sang Penghulu. Dimana Ayahanda yang gagah dari biasanya telah ada disampingnya untuk siap mengucap ijab menikahkan anak kandung pertama, perempuan satu-satunya kepada calon mempelai pria yang sudah direstui sejak tanggal 040318 saat acara pertunangan. Dari semalam aku telah membuat teks ijab untuk mereka berdua, agar saat hari H tidak gugup dan lancar.

Janji itu akhirnya diucapkan.. Ijab sudah di SAH kan Pak Penghulu dan semua saksi yang ada. Alhamdulillah . . Barakallah. .

Resepsi
Setelah akad, kita memasuki prosesi upacara adat Sunda , dari mulai sungkem, pahuap-huap (suap-suapan), sawer, pecah ndog, menerbangkan burung merpati, sampe lempar bunga. Setelah itu baru lengser yang membawa kita ke pelaminan kembali. Tamu mulai berdatangan setelah kita ganti kostum ke warna merah. Beberapa tamu undangan yang tidak disangka-sangka akhirnya datang, dari luar kota contohnya. Ini surprise buat kita. Gak nyangka udah ngerelain luangin waktu buat Dateng ke acara kita. So apreciate!

Terimakasih
Big Thanks to Allah SWT .. kita halal sekarang. Acara berjalan lancar dan penuh surprise. Gak nyangka, persiapan yang awalnya terasa sempit ini menjadi begitu sempurna dimata saya. Semuanya pangling, ga pernah nyangka sebelumnya bakal jadi sesukses seperti ini.
Thanks To :
Mamah papah Kandung Ika
Mamah papah Kandung Ariep
Adik kandung M Rizky dan Nanda
Engking dan Enin
Panitia : Om Anwar, Om Robie, Mang Anto, Bi Wita , Bi Nenk, Bude Puji , Bi Lia, Bi Rani dan semua keluarga ku.

#rikabebenhalal #04032018 #alhamdulillahSAH