♥rkavkavianty♥

assalamu alaikum

Sabtu, 17 Desember 2011

Keajaiban Air Zam-zam

Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluahn liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kalipun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang Doktor dari Mesir.
Di Mekah kita tidak perlu khawatir dengan air minum. Di setiap sudut masjidil Haram kita bisa menemukan air zam-zam, lengkap dengan cangkir sekali pakainya. Tinggal pijit, langsung bisa diminum, dan gratis lagi. Di area MasjidilHaram, di tempat tawaf, tempat sa’I, di halaman masjid selalu tersedia air yg berkhasiat ini. Ketika pulang dari MasjidilHaram, banyak jamaah mengisi dulu botol airnya dengan zam-zam lalu ditenteng ke pemondokan. Lumayan, menghemat uang Real, tak perlu belanja air mineral atau memasak air di dapur.

Berapa Juta liter air Zam-zam ?
Berapa banyak air zam-zam yang di ‘kuras’ setaip musim haji? Mari kita hitung secara sederhana .
Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar 2 juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter perjemaah untuk di bawa pulang. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter air zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah tinggal rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !! ini hanya gambaran saja, betapa luar biasanya air zam-zam ini dikonsumsi manusia, tanpa pernah kering !
Itulah salah satu keanehannya. Puluhan juta liter air dari sumur di Mekah ini yang letaknya di tengah padang pasir yang kering. Daerah gurun yang hujannya hanya 2 kali dalam setahun. Dan air itu keluar dari sumur yang hanya seukuran sekitar 5x4 meter sedalam kurang lebih 40 meter, bukan dari bendungan seukuran Waduk Ombo misalnya. Allahuakbar !

Keanehan Air Zam-Zam
Pada tahun 1971, seorang Doktor dari negeri Mesir mengatakan pada Press Eropah bahwa air Zam-Zam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada dibawah garis permukaan laut. Air zam-zam itu berasal dari sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zam-Zam. Masya Allah.

Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini dan mengirimkan sample air zam-zam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.
Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di kota Jedah mendapat tugas penyelidikannya. Pada saat memulai tugasnya Tariq belum punya gambaran bagaimana sumur zam-zam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti yang tak ada batasnya .

Hanya Sumur Kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan ukuran ‘kolam’ sumur itu hanya 18x14 feet saja (kira-kira 5x4 m). Tak terbayang, bagaimana sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak jaman Nabi Ibrahim AS.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur, dia meminta asistennya masuk kedalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!
Dia berpikir mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadiannya, maka dia bisa melihat turun naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti, tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.
Selanjutnya dia meminta lagi asistennya masuk kedalam sumur. Lalu menyuruh berdiri dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan cermat dan laporkan apa yang terjadi , sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: “Alhamdulillah, saya temukan dia! Pasir halus menari nari dibawah telapak kakiku. Dan air itu berasal dari dasar sumur.”
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relative stabil, tak ada guncangan yang besar.
Seusai pengamatan itu, Tariq mengirimkan sample air ke beberapa laboratorium di Eropah dan sebagian ke laboratorium Saudi. Dan sebelum meninggalkan Ka’bah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Ka’bah.
Sesampainya di kantornya di Jedah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur zam-zam yang penuh air. Allahuakbar. Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.

Mengandung Zat Anti Kuman
Hasil penelitian sample air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukan bahwa zamzam mengandung zat Flourida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air zamzam dengan air sumur lain di Kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zam-zam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropah menunjukan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doctor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita, murni dan sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzzar, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Ka’bah tanpa makan dan minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?” . “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk denganadanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzzar menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lemah atau lelah karena lapar, dan atak menjadi kurus” tambah Abu Dzzar. Lalu Nabi saw menjelaskan: “ Sesungguhnya, zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah air yang mengandung gizi.”
Nabi saw menambahkan; “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menymbuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada family dan kerabatnya di Tanah Air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingnya yang bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin dengan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan Tawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh! Kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya, Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah akan menyembuhkannya.”

Subhanallah sekali yaa.. aku jadi makin ingin untuk pergi kesana, aku ingin mencurahkan segala keinginan disana. Beribadah yang khusuq.. dan hal yang lainnya yang ingin aku lakukan.. Ya Allah… jika engkau telah mengizinkan aku, ketuklah hatiku.. aku ingin sekali pergi ke kota itu.. semoga Allah bisa mengizinkan kita semua untuk pergi ke kota itu ya teman-teman.. amin…

Artikel by: http://meri81.blogdetik.com/2009/10/22/keajaiban-air-zam-zam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

coment here